BAB 1
PENDAHULUAN
Bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan meningkatkan
mutumerupakan tugas yang paling penting.Mutudalam pandangan seseorang
terkadang bertentangandengan mutu dalam pandangan orang lain, sehingga
tidak aneh jika ada dua pakar yang tidak memiliki kesimpulan yang sama
tentang bagai mana cara menciptakan institusi yang
baik.Organisasi-organisasi yang menganggap serius pencapaian mutu,
memahami bahwasebagian besar rahasia mutu berakar dari mendengar dan
merespon secara simpatik terhadapkebutuhan dan keinginan para pelanggan
dan klien. Dalam konteks Total QualityManajemen(TQM), mutu merupakan
sebuah filosofi dan metodologi yang membantu institusiuntuk merencanakan
perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekananeksternal
yang berlebihan. TQM sebagai metodologi maksudnya perbaikan/peningkatan
berkelanjutan dan manajemen Just-In-Time.Dalam dunia industri, sejak
dulu selalu ada keharusan untuk menjaga mutu suatu produk agar mampu
memberikan kepuasan pada para pelanggan dan tentunya akan
mendatangkankeuntungan. Sehingga lahirlah divisi tenaga keja yang
dikenal dengan quality control (kontrolmutu). Kontrol mutu adalah proses
yang menjamin bahwa hanya produk yang memenuhispesifikasi yang boleh
keluar dari pabrik dan dilempar ke pasar.
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
Banyak perusahaan yang memakai Quality Assurance (QA) dan Quality
Control ( QC) dalam satu Divisi, jadi QA itu ya QC. Quality Assurance
dianggap Quality Control, walaupun mungkin kalau dari pengertian mungkin
berbeda,tapi dalam faktanya QA adalah QC, jadi jarang ada Divisi
Quality Assurance dipisah dengan Divisi Quality Control, karena
sebenarnya acuan keduanya pada kualitas mutu, termasuk reliabilitinya.
Quality Assurance adalah suatu proses pengukuran mutu, menganalisis
kekurangan yang ditemukan dan membuat kegiatan untuk meningkatkan
penampilan yang diikuti dengan pengukuran mutu kembali untuk menentukan
apakah peningkatan telah dicapai. Ia adalah satu- satunya kegiatan yang
sistematis, suatu siklus kegiatan yang mempergunakan standar pengukuran (
palmer, H, 1983 ).
Jaminan
kualitas (QA) mengacu pada kegiatan sistematis di implementasikan dalam
sistem mutu sehingga persyaratan kualitas yang untuk produk atau jasa
akan terpenuhi. Ini adalah pengukuran sistematis, dibandingkan dengan
standar, pemantauan proses dan umpan balik terkait yang memberikan
pencegahan kesalahan. Hal ini dapat dibandingkan dengan kontrol
kualitas,yang difokuskan pada output proses.
Kualitas, pada kenyataannya, tidak hanya keunggulan fungsional dari
produk atau jasa,tetapi adalah tentang seluruh aspek karakteristik
produk. Sebagai contoh sebuah produk berkualitas tinggi yang diproduksi
oleh Perusahaan A misalnya. Tidak peduli jika pengerjaantersebut sangat
tinggi, jika biaya produksi dan harga jual yang sangat tinggi sehingga
tidak adayang mampu membeli produk tersebut, tidak ada yang dapat
mengklaim bahwa kualitas benar-benar tinggi. Dengan kata lain, jaminan
kualitas bukan hanya tentang keunggulan fungsional,tetapi mencJaminan
Kualitas memukul hampir semua industri, perusahaan, organisasi dari
perusahaan yang memproduksi atau menjual barang sampai perusahaan jasa,
termasuk penyedialayanan kesehatan.
Sumber : http://menulisilmiah123.blogspot.co.id/2015/11/konsep-quality-assurance-dalam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar